Sun. Feb 25th, 2024
Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi Partai Golkar, Pamor Wicaksono, SH, menyatakan keprihatinannya terhadap fenomena tawuran pelajar yang kerap terjadi di Brebes. Ia menilai, fenomena ini sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.

“Saya miris dengan fenomena tawuran pelajar yang kerap terjadi di Brebes. Ini sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak,” kata Pamor Wicaksono kepada suarabrebes.com, Selasa (3/10/2023).

Pamor mengatakan, berdasarkan data terbaru, pada tahun 2023 ini telah terjadi sebanyak 10 kasus tawuran pelajar di Brebes. Kasus tawuran pelajar ini terjadi di berbagai wilayah di Brebes, mulai dari tingkat SMP hingga SMA. Terbaru pada 9 September lalu yang mengakibatkan tewas nya seorang siswa Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan

“Data ini menunjukkan bahwa tawuran pelajar masih menjadi masalah serius di Brebes. Ini perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak,” kata Pamor.

Pamor menambahkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tawuran pelajar, antara lain:

-Tekanan teman sebaya
-Perbedaan ideologi atau pandangan
-Kekerasan dalam rumah tangga
-Kurangnya pengawasan orang tua
-Kurang optimalnya peran sekolah

Pamor berharap, semua pihak dapat bekerja sama untuk mencegah terjadinya tawuran pelajar. Pihak-pihak yang dapat berperan dalam pencegahan tawuran pelajar antara lain:

-Pemerintah
-Polisi
-Dinas Pendidikan
-Sekolah
-Keluarga

“Semua pihak harus bekerja sama untuk mencegah terjadinya tawuran pelajar. Ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Pamor.

Pamor juga berharap, para pelajar dapat menghindari tawuran. Tawuran tidak ada manfaatnya dan hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Para pelajar harus menghindari tawuran. Tawuran tidak ada manfaatnya dan hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain,”┬ákata┬áPamor.

Visited 11 times, 1 visit(s) today

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *