
Saham Blue Chip: Pilihan Cerdas Investor Jangka Panjang
Halo, para pembaca setia yang sedang merencanakan masa depan keuangan atau baru terjun ke dunia investasi! Pasti Anda pernah dengar istilah “Saham Blue Chip” kan? Istilah ini sering banget disebut-sebut di kalangan investor, bahkan jadi semacam jaminan kualitas. Tapi, sebenarnya apa sih Saham Blue Chip itu? Kenapa saham-saham ini selalu jadi incaran banyak orang, terutama yang punya tujuan investasi jangka panjang? Yuk, kita bedah tuntas di artikel ini!
Di pasar modal, ada banyak sekali pilihan saham, mulai dari yang harganya recehan sampai yang bikin dompet nangis. Nah, di antara semua itu, saham blue chip ibarat permata yang paling berkilau. Istilah ini merujuk pada saham-saham dari perusahaan yang punya fundamental super kuat, kinerja bisnis stabil, dan sudah teruji di berbagai kondisi ekonomi. Meskipun sering diasosiasikan dengan saham yang otomatis masuk dalam indeks LQ45, perlu diingat, tidak semua saham di LQ45 adalah blue chip, dan sebaliknya, ada juga blue chip yang mungkin tidak selalu di LQ45. Istilah “blue chip” sendiri bukanlah klasifikasi resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), melainkan lebih sering dipakai secara informal oleh investor sebagai indikator pilihan yang relatif aman dan menjanjikan keuntungan konsisten.
Apa Sih Sebenarnya Saham Blue Chip Itu?
Menurut New York Stock Exchange, saham blue chip ini punya reputasi nasional yang enggak main-main, serta kinerja dan kualitas yang sudah diakui dalam urusan meraih keuntungan. Secara garis besar, saham ini mengacu pada perusahaan-perusahaan raksasa yang mendominasi sektor industrinya masing-masing. Bayangkan saja perusahaan yang produknya setiap hari Anda gunakan, atau bank tempat Anda menyimpan uang, kemungkinan besar itu adalah saham blue chip.
Istilah “blue chip” sendiri punya sejarah yang cukup menarik, lho. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Oliver Gingold pada tahun 1920-an, seorang karyawan di Dow Jones. Ia mengamati bahwa ada saham-saham dengan harga tinggi, sekitar US$200–250, yang selalu menarik minat investor. Mengambil inspirasi dari permainan poker, di mana chip berwarna biru punya nilai tertinggi, ia pun menyebut saham-saham premium ini sebagai “blue chip stocks.” Filosofinya sederhana: jika warnanya biru, berarti nilainya paling top!
